Rabu, 14 Agustus 2013

Kepada Tentara Tak Dikenal (Tentara Media)



Abu Abdillah Usamah bin Ladin – semoga Alloh merahmati beliau



Berkata : Atau di sana ada para jurnalis dan pemegang pena yang memiliki pengaruh signifikan dan peran penting dalam mengarahkan pertempuran, menghancurkan mentalitas musuh dan mengangkat mentalitas umat.

Tibalah saatnya, media menempati tempatnya yang benar dan ikut ambil andil dalam menghadapi serangan ganas dan perang salib yang didengungkan dengan semua sarananya baik visual, audio dan cetak. Bagi para pemegang media, baik itu penulis atau wartawan atau cendekiawan atau responden hendaklah bertanggung jawab dan ikut andil. Mereka harus melakukan peran sesuai harapan dalam memberikan pencerahan kepada umat, menjelaskan hakekat musuh dan menyingkap program dan permainannya. Mereka juga harus bersatu dengan semua kemampuan mereka, karena musuh hari ini tidak lagi membedakan antara satu kelompok dengan yang lain. Targetnya adalah menumpas semua hal yang terkait dengan Arab dan Islam.

 Syeikh Aiman Adz Dzowahiry – semoga Alloh menjaga beliau –

Berkata : Adapun para ksatria jihad media, saya katakan kepada mereka : “Semoga Alloh membalas kalian dengan sebaik-baik balasan atas penderitaan kalian yang baik dalam berkhidmat kepada Islam. Ketahuilah bahwa kalian berada di salah satu tapal batas Islam yang terpenting. Thoghut masa kini sangat ketakutan dengan ulah kalian. Jerih payah kalian telah menampakkan buahnya diantara umat Islam dan masyarakat kaum muslimin.


Sebarkanlah kesadaran …!
kobarkan semangat umat dan bangunkan mereka,
Perangilah jiwa dan penyeru kelemahan, kekalahan, dan kehinaan.
Singkaplah pengkhianatan dan musuh-musuh islam yang beranggapan bahwa Islam hanyalah tipuan, dari kalangan para hakim, ulama dunia, penguasa, para penulis dan politikus.


Teruslah berkorban dan memberi, jangan sampai keberhasilan kalian membuat kalian meremehkan dan bersikap masa bodoh. Tetapi tekunilah kerja kalian dan tingkatkan. Curahkan segenap kemampuan kalian, karena kalian berada dalam sebuah pertempuran yang berhadapan dengan kerajaan setan dengan segenap sarana rayuan dan teror, tipuan dan makarnya. Minta tolonglah kepada Alloh dan jangan melemah. Hadirkan selalu niat untuk menolong Islam, dan ikhlaskan amal kalian hanya untuk Alloh semata.

Semoga Alloh selalu memelihara dan menjaga kalian dan membantu kalian dari sisi-Nya”.
Berkata Hakimul Ummah Asy-Syaikh Ayman Adz-Dzowahiry; perang kita dengan musuh-musuh Alloh dan musuh-musuh ummah Islam, 90 % darinya adalah Media.

Kepada Tentara Tak Dikenal / Tentara Media



Syaykh Ayman az-Zhowahiri berkata:

Saya ingatkan mereka, para prajurit yang tidak dikenal (al-junuud al-majhuuliin), bahwa mereka sedang berada di daerah perbatasan yang bernilai agung dari daerah-daerah perbatasan Islam dan mereka sedang menghancurkan dongeng-dongeng dan ilusi-ilusi yang senantiasa dihembuskan oleh media-media propaganda barat dan timur ke telinga-telinga para pendengar dari kita dan ke akal-akal para pemikir kita serta ke dalam kurikulum-kurikulum mahasiswa kita selama berpuluh-puluh tahun.

Takutlah kepada Alloh …!
Takutlah kepada Alloh… !
Dalam menjalankan amanat yang kalian pikul.


Jadikan kejujuran pemandu kalian. Jadikan dakwah kepada tauhid yang murni sebagai manhaj (jalan) kalian. Berusahalah sekuat tenaga untuk mengembalikan umat yang sudah terlalu lama terasing dari syariatnya kepada sumber wahyu Muhammad yang jernih dan biografi khulafa-ur rasyidin, para sahabatnya yang baik-baik serta keluarga beliau yang suci –ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in (semoga Alloh meridhai mereka semua)-.

 


Wazirul umah Abu Hamzah Al Muhajir – semoga Alloh Ta`ala menerima beliau di jajaran para Syuhada` -




Berkata : “Sesungguhnya pertempuran mujahidin dengan musuh-musuh mereka hari ini berputar diatas dua poros penting, yaitu :

Pertama : poros militer
Dan kedua : poros perang media setan yang hendak menghapus eksistensi umat, menyimpangkan aqidahnya, menanamkan sikap ketergantungan dan kekalahan psikis.
Sungguh, tembakan misil media lebih mematikan dan lebih berbahaya bagi umat dan para ksatrianya dari pada serangan misil pesawat.

Oleh karenanya, para mujahidin yang Alloh beri petunjuk untuk menghancurkan kekuatan musuh-musuh mereka secara militer seharusnya juga menyerang front yang lain yaitu front media …
Rosululloh saw pernah mengerahkan segenap cara media di masanya yang paling berbekas dan telak melukai jiwa musuh-musuhnya, yaitu syair …
Begitu juga beliau saw mengangkat seorang khotib untuk membela Islam dan kaum muslimin dengan syairnya, yaitu Tsabit bin Qois bin Syammasy, seorang sahabat yang mendapat kabar gembira dengan surga”.


Syeikh `Alamah Hamud bin `Uqola Asy Syu`aiby – semoga Alloh merahmati beliau –




Berkata : “Diantara sarana jihad yang paling kuat di era masa kini adalah media. semua orang yang memiliki sedikit perhatian dengan media akan tahu bahwa media memiliki pengaruh yang cukup jauh dalam merubah neraca timbangan dalam pertempuran yang berlangsung antara kaum muslimin dengan musuh-musuh mereka. Karena media mencakup penyebaran terhadap kemenangan-kemenangan umat Islam atas musuh-musuh mereka, mendukung mereka, menampilkan kepahlawanan mereka dan pujian atas mereka. Karena perkara-perkara ini tugasnya adalah mengokohkan persatuan mujahidin dan membimbing mereka untuk memiliki dedikasi dalam meraih kemenangan dan kekalahan musuh.

Karena itulah, Rosul saw sangat perhatian dengan jihad jenis ini – yaitu jihad dengan lesan - . beliau memerintahkan para penyair umat Islam seperti Hisan, Abdulloh bin Rowahah dan Ka`ab bin Malik untuk menyerang musuhnya dari kalangan orang-orang kafir dengan syair tersebut. Sebagaimana yang disebutkan oleh imam Muslim dari hadits Aisyah bahwa beliau Saw bersabda : “Seranglah mereka dengan syair, dan ruhul qudus bersamamu”. Beliau juga berkata kepada Hisan : “Sungguh, ruhul qudus (Jibril) terus membantumu selama kamu tetap membela Rosululloh (dengan syair)”.

Ini adalah jika media tersebut berlaku jujur, dan yang mengendalikannya adalah orang yang ikhlas karena agama dan umat mereka. Adapun jika media konsisinya seperti sekarang, yaitu hanya perhatian dengan hal-hal tolol yang jauh dari jihad dan kondisi para Mujahidin ..”.


Syeikhul asir Abu Mus`ab As-Sury – semoga Alloh membebaskan beliau dari tahanan –




Berkata : Tugas media adalah mentahridh umat baik secara umum maupun secara khusus.
Adapun yang umum adalah Da`wah secara umum untuk memerangi poros serangan dalam peperangan dengan semua aspek baik militer, wacana, pemikiran, pendidikan, ekonomi, politik dan sosial.

Tugas menghadapi peradaban berada di pundak semua elemen umat. Para Ulamanya di masjid-masjid, buku-buku, dan pelajaran-pelajaran mereka. Para cendekiawannya dalam pidato-pidato, sastra-sastra dan kegiatan tsaqofah mereka. Para ksatrianya di medan-medan amal, dan arah gerakan mereka dan para wanitanya dalam rumah-rumah dan pembinaan mereka terhadap anak-anak mereka …

Beginilah, peran semua pihak terlihat dalam memotivasi, sedangkan media secara umum berperan menghidupkan benih-benih perlawanan, menciptakan cuaca perlawanan dan iklim revolusi bagi pejuang dan para pembelanya dan tahridh untuk mendukung mereka. Ini adalah bidang umum yang kita wajib untuk memotivasi orang-orang yang berada di dalamnya agar masing-masing ikut ambil andil…

Adapun bidang tahridh secara khusus adalah motivasi untuk melakukan perlawanan bersenjata. Ini adalah tugas anggota da`wah muqowamah (perlawanan) islam global dan para pembantunya.
Ringkasnya adalah motivasi untuk terjun dalam tugas perang dan membentuk saroya (pasukan) pemukul yang terputus … yaitu saroya perlawanan islam global. Saroya jihad bersenjata … ini adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh sel yang menadzarkan dirinya untuk tugas ini …

Tugas tahridh untuk spesialisasi dibebankan diatas pundak orang-orang yang memang membidangi hal itu …

Tugas mereka adalah membentuk sel da`wah untuk berjihad dan memotivasinya. Memudahkan jalan-jalan tersebut untuk manusia dengan memberikan bantuan data-data, pengarahan dan program kepada mereka. Dan sel inilah yang kita sebut dengan (saroya tahridh).Allahu Akbar !

/AT



Share on :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright Aceh Loen Sayang 2011